ERP · Manufacturing Management

Produksi lebih presisi, operasi lebih produktif.

Rencanakan kebutuhan material, jalankan work order, kontrol setiap proses di lantai produksi, dan pantau biaya hingga hasil produksi dalam satu sistem terintegrasi.

Jadwalkan Demo
Manufacturing Overview● Updated today
Open Work Orders3212 mulai hari ini
WIP Work Orders1874% on schedule
Output ValueRp 486 M↑ 16% bulan ini
Active Work Orders82% on track
WO-2026-0184 · Produk AAssembly Line 01 · Target 1.000 unit
78% selesai
WO-2026-0183 · Produk BAssembly Line 02 · Target 750 unit
Sedang proses
WO-2026-0182 · Produk CFinishing · Target 500 unit
92% selesai

Modul ERP Manufacturing ERPAISYS menghubungkan production planning, bill of materials, work order, hingga quality control dalam satu alur kerja agar tim produksi dapat bekerja lebih presisi dan terukur.

Produksi yang terhubung

Pastikan setiap proses mengubah rencana menjadi hasil yang konsisten.

Modul Manufacturing menyatukan data permintaan, material, mesin, tenaga kerja, dan kualitas agar tim produksi dapat bekerja lebih efisien dan terkendali.

⌘

Rencana produksi yang matang

Bangun production plan, master production schedule, sales forecast, dan material requirements planning dari data operasional aktual.

▦

Eksekusi work order terukur

Kelola work order, job card, stock entry, dan item lead time untuk memastikan setiap tahap produksi berjalan sesuai rencana.

◇

Biaya & kualitas terkendali

Hubungkan BOM, workstation, operation, routing, quality inspection, dan downtime agar kualitas serta efisiensi selalu terjaga.

Ruang lingkup modul

Satu pusat kendali untuk seluruh proses manufaktur.

Dari rencana bahan baku hingga barang jadi, fitur Manufacturing memberi visibilitas yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan produksi yang tepat.

01
PRODUCTION

Production Planning

Kelola work order, production plan, stock entry, job card, item lead time, MPS, downtime entry, dan sales forecast.

02
BILL OF MATERIALS

BOM & Routing

Buat bill of materials serta atur workstation type, workstation, operation, dan routing untuk standar proses yang konsisten.

03
MATERIAL PLANNING

Kebutuhan Material

Rencanakan pengadaan bahan dengan Material Requirements Planning berdasarkan permintaan dan jadwal produksi.

04
SUBCONTRACTING

Produksi Subkontrak

Kelola subcontracting BOM, order, receipt, serta pantau material yang dikirim dan item yang masih harus diterima.

05
QUALITY & DOWNTIME

Kualitas & Efisiensi

Pantau quality inspection, downtime, operasi, dan waktu proses untuk menjaga output tetap memenuhi standar.

06
REPORTS & TOOLS

Analitik Produksi

Gunakan production planning report, work order summary, BOM analytics, BOM update, dan comparison tool untuk perbaikan berkelanjutan.

Alur produksi end-to-end

Dari permintaan hingga barang jadi, setiap langkah terukur.

Alur kerja terintegrasi membuat tim produksi selalu mengetahui apa yang harus dibuat, material apa yang dibutuhkan, dan bagaimana hasilnya dibandingkan rencana.

1

Rencanakan produksi

Gunakan forecast, sales order, dan MPS untuk menyusun production plan.

2

Siapkan material

Hitung kebutuhan dari BOM lalu alokasikan material ke proses produksi.

3

Terbitkan work order

Jadwalkan pengerjaan berdasarkan workstation, routing, dan kapasitas.

4

Jalankan operasi

Catat job card, stock entry, kualitas, dan downtime secara aktual.

5

Evaluasi output

Tinjau hasil, biaya, konsumsi material, dan performa produksi.

Routing Produksi

Setiap produk punya jalur kerja yang jelas, dari satu workstation ke workstation berikutnya.

Routing menentukan urutan operasi yang harus dilalui setiap work order, lengkap dengan workstation dan estimasi waktu di setiap tahap, sehingga penjadwalan produksi menjadi lebih akurat dan mudah dipantau.

✓

Kelompokkan mesin dan lokasi kerja melalui workstation type dan workstation sesuai kapasitas produksi.

✓

Susun operation dan routing standar yang dapat digunakan berulang pada BOM maupun work order.

✓

Gunakan estimasi waktu di setiap tahap routing untuk mendukung penjadwalan produksi yang lebih akurat.

⚙

Routing: Produk A

4 tahapan operasi · Total estimasi 130 menit
01

Cutting

Workstation: Cutting Line 1

25 menit
02

Welding

Workstation: Welding Bay 2

40 menit
03

Assembly

Workstation: Assembly Line 1

55 menit
04

Quality Check

Workstation: QC Station

10 menit
Contoh Alur Kerja

Contoh Flow: Dari Sales Order ke Barang Jadi

Contoh Flow: Dari Sales Order ke Barang Jadi

Perjalanan satu pesanan produksi, dari permintaan penjualan hingga barang jadi siap dikirim, tercatat secara end-to-end.

Terhubung dengan Sales & Inventory
1

Sales Order & Forecast

Permintaan dari sales order dan sales forecast digunakan untuk menyusun master production schedule.

SALES
2

MRP & Kebutuhan Material

Material Requirements Planning menghitung kebutuhan bahan baku berdasarkan BOM dan stok yang tersedia.

PLANNING
3

Work Order & Routing

Work order diterbitkan dan dijadwalkan ke workstation sesuai routing dan kapasitas produksi.

PRODUCTION
4

Job Card & Stock Entry

Job card mencatat progres operasi, sementara stock entry mencatat konsumsi bahan baku secara aktual.

SHOP FLOOR
5

Quality Inspection & Closing

Quality inspection memastikan barang jadi memenuhi standar sebelum work order ditutup dan biaya produksi dihitung.

QUALITY
i

Setiap tahap tercatat otomatis di sistem, sehingga tim produksi, gudang, dan finance selalu melihat status pesanan yang sama secara real-time.

Perencanaan Produksi

Perencanaan produksi yang selaras, dari perkiraan penjualan hingga pengiriman tepat waktu.

Production planning menghubungkan sales forecast, kebutuhan material, jadwal produksi, hingga rencana pengiriman dalam satu alur yang saling terhubung, sehingga barang jadi siap tepat waktu sesuai komitmen penjualan.

Production Planning & Scheduling

Dari perkiraan permintaan hingga barang jadi siap dikirim, setiap tahap perencanaan saling terhubung dan dapat dipantau.

Terhubung dengan Sales & Delivery
1

Forecast & Target Penjualan

Susun sales forecast dan target penjualan berdasarkan sales order, tren historis, dan rencana bisnis periode berjalan.

SALES
2

Hitung Kebutuhan Material

Material Requirements Planning (MRP) menghitung kebutuhan bahan baku berdasarkan BOM, forecast, dan stok yang tersedia.

MRP
3

Rencanakan Proses Produksi

Susun master production schedule dan production plan untuk menentukan waktu, kapasitas, dan urutan pengerjaan work order.

SCHEDULING
4

Rencanakan Pengiriman

Selaraskan rencana produksi dengan jadwal pengiriman agar barang jadi siap tepat waktu sesuai komitmen penjualan ke pelanggan.

DELIVERY
i

Saat menyusun forecast, sistem turut mempertimbangkan buffer stock / safety stock apabila diperlukan, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan atau keterlambatan pasokan, sehingga ketersediaan barang tetap terjaga tanpa menimbulkan kelebihan persediaan.

Insight yang siap digunakan

Laporan untuk peningkatan produksi yang berkelanjutan.

Gunakan data aktual dari lantai produksi untuk melihat kapasitas, mengurangi pemborosan, dan memperbaiki proses dari waktu ke waktu.

Production Planning & MRP

Pastikan rencana produksi selaras dengan permintaan dan material tersedia pada saat yang tepat.

Work Order & Job Card Summary

Pantau status pesanan kerja, kinerja operasi, dan waktu pengerjaan untuk meningkatkan produktivitas.

Quality & Downtime Analysis

Identifikasi kendala proses dan tren kualitas agar tindakan korektif dapat dilakukan lebih cepat.

BOM Analytics & Consumed Materials

Bandingkan kebutuhan dengan konsumsi aktual untuk mengontrol biaya bahan dan menjaga margin produksi.

Bangun proses manufaktur yang lebih terencana dan efisien.

Lihat bagaimana Manufacturing ERPAISYS membantu tim Anda meningkatkan visibilitas, kualitas, dan produktivitas produksi.