ERP UNTUK MANUFAKTUR

Produksi lebih terencana, margin lebih terlindungi.

ERPAISYS menyatukan BOM, perencanaan, work order, kapasitas, kualitas, dan biaya produksi agar operasi manufaktur dapat tumbuh tanpa kehilangan kendali.

Jadwalkan Demo Lihat Planning & Routing
Manufacturing OverviewUpdated today
Open Work Order3274% on track
WIP ValueRp 482 Jt8 proses aktif
Quality Pass98.6%↑ 1.2%
WO-2026-0184 · Produk AAssembly Line 01 · Target 1.000 unit
78% selesai
WO-2026-0183 · Produk BAssembly Line 02 · Target 750 unit
On schedule
WO-2026-0182 · Produk CFinishing · Target 500 unit
92% selesai
TANTANGAN MANUFAKTUR

Proses semakin kompleks, kebutuhan kontrol semakin besar.

Tanpa data yang terintegrasi, variasi produk, biaya bahan, kapasitas mesin, dan quality control dapat membuat perencanaan tidak tepat serta margin sulit dipantau.

01

Multi-level BOM

Produk jadi dapat terdiri dari beberapa level sub-assembly dan komponen yang harus direncanakan secara akurat.

02

Standard costing & variance

Perbedaan biaya bahan, tenaga kerja, dan overhead perlu dibandingkan dengan standar agar sumber variance terlihat.

03

Forecast & planning

Forecast, sales target, material requirement, dan production plan harus selaras agar kapasitas tidak terbuang.

04

Routing kompleks

Setiap produk dapat melewati urutan operasi, workstation, dan waktu proses yang berbeda-beda.

05

Kapasitas produksi

Mesin, tenaga kerja, dan jadwal perlu dipantau untuk menghindari bottleneck serta keterlambatan work order.

06

Quality control

Inspeksi di setiap titik kritis harus konsisten untuk memastikan produk memenuhi standar sebelum dikirim.

07

WIP tidak terlihat

Nilai dan status material di tengah proses produksi sulit diketahui bila tidak terlacak per work order.

Satu produk jadi dapat memiliki struktur material berlapis.

Multi-Level BOM membantu tim melihat seluruh kebutuhan bahan baku, komponen, dan sub-assembly dari satu produk hingga ke level paling dasar—tanpa menghitung ulang secara manual.

Apa itu Multi-Level BOM?

Berbeda dari BOM sederhana, Multi-Level BOM menyusun produk secara hierarkis. Produk jadi dapat membutuhkan sub-assembly; sub-assembly tersebut kembali membutuhkan komponen atau bahan baku lain.

  • ✓Hitung kebutuhan material seluruh level berdasarkan jumlah produk jadi yang akan dibuat.
  • ✓Gunakan sub-assembly yang sama pada beberapa produk untuk menjaga standar dan mengurangi data duplikat.
  • ✓Hubungkan struktur BOM ke MRP, work order, dan stok untuk perencanaan yang lebih akurat.
Contoh BOM: Meja BelajarTarget produksi: 100 unit meja
3 Level
Level 0 · Meja Belajar (100 unit)Produk jadi
Level 1 · Top Table Assembly (100 set)Sub-assembly permukaan meja
Level 2 · Papan MDF 120×60 cm100 pcs
Level 2 · Laminasi HPL100 pcs
Level 1 · Kaki Meja Assembly (100 set)Sub-assembly rangka dan kaki meja
Level 2 · Besi hollow 40×40400 batang
Level 2 · Baut & mur800 set
Dampak pada MRP: untuk memproduksi 100 meja, sistem otomatis menghitung seluruh kebutuhan bahan pada setiap level dan memberi tahu material mana yang perlu dipesan atau diproduksi lebih dahulu.
WORK ORDER & MANUFACTURING WORKFLOW

Setiap work order memiliki urutan kerja, waktu, dan mesin yang jelas.

Routing menentukan bagaimana produk bergerak dari satu operasi ke operasi berikutnya. Tim dapat melihat workstation yang digunakan, estimasi waktu, status proses, serta hasil dari setiap tahapan sampai barang jadi selesai.

Work Order WO-2026-0184Produk: Meja Belajar · Target: 100 unit · Tanggal selesai: 30 Mei 2026
78% In progress
01

Material Preparation

Ambil MDF, besi hollow, baut, dan laminasi sesuai BOM.

Warehouse A · 30 menit
02

Cutting

Potong papan dan besi sesuai ukuran serta standar desain.

CNC Cutting 01 · 2 jam
03

Assembly

Rakit top table dan kaki meja menjadi struktur produk.

Assembly Line 02 · 4 jam
04

Finishing & QC

Laminasi, rapikan permukaan, dan lakukan inspeksi kualitas.

Finishing Booth · 3 jam
05

Finished Goods

Produk diterima sebagai barang jadi dan masuk ke gudang.

FG Warehouse · 20 menit
Total estimasi waktu9 jam 50 menit
Mesin / workstation4 lokasi kerja
Quality checkpoint2 titik inspeksi
WIP & STANDARD COSTING

Lihat biaya proses sebelum menjadi barang jadi.

WIP memberi visibilitas terhadap material dan biaya yang sudah masuk proses namun belum selesai. Bersama standard costing, tim dapat melihat variance bahan, operasi, maupun overhead lebih cepat.

  • ✓Pantau nilai material dan pekerjaan yang masih berada dalam proses produksi.
  • ✓Bandingkan standard cost dengan actual cost per work order atau produk.
  • ✓Identifikasi material, operation, atau overhead variance yang memengaruhi margin.
Work in ProgressWO-2026-0184 · Produk A
MaterialRp 128 Jt
OperationRp 46 Jt
OverheadRp 18 Jt
Cost variance: +2,8% dari standard cost. Variance material pada komponen kemasan perlu ditinjau.
MODULAR ASSEMBLY

Komponen yang dapat dibongkar-pasang, siap digunakan kembali pada produk lain.

Dalam manufaktur modular, satu sub-assembly tidak harus berakhir pada satu produk jadi. ERPAISYS melacak komponen dan struktur BOM agar part yang sesuai dapat dilepas, digunakan ulang, atau dirakit ke varian produk lain dengan kontrol stok dan biaya yang tetap akurat.

Tahapan assembly yang terdokumentasi

01
Buat Sub-Assembly

Komponen seperti kaki meja, rangka, atau top table dirakit terlebih dahulu sebagai item setengah jadi.

02
Simpan & Lacak Status

Sub-assembly masuk ke stok WIP atau gudang intermediate dengan nomor batch, biaya, dan status kualitasnya.

03
Pasang pada Produk Jadi

Sistem mengambil sub-assembly yang tersedia saat work order produk jadi memerlukannya.

04
Bongkar & Gunakan Ulang

Komponen dari produk jadi dapat dibongkar secara terkontrol, dikembalikan ke stok, lalu digunakan kembali sesuai standar inspeksi.

Contoh penggunaan ulang komponenPlatform meja modular
Reusable
Sub-AssemblyKaki Meja BesiStock tersedia: 80 set
Sub-AssemblyTop Table 120 cmStock tersedia: 55 set
Meja BelajarKaki + Top 120 cm
→
Meja KerjaKaki + Top 150 cm
Kontrol BOM & costing: saat part dipasang, dilepas, atau dipindahkan, sistem memperbarui stok sub-assembly, nilai WIP, dan biaya produk tujuan secara otomatis.
FINISHED GOODS QUALITY CONTROL

Setiap lot yang lulus QC memiliki jejak kualitas yang lengkap.

Sebelum barang jadi masuk ke stok siap jual, tim melakukan inspeksi untuk mencatat hasil produksi, kuantitas yang dapat diterima, serta defect yang perlu dipisahkan atau diperbaiki.

Contoh: inspeksi roll barang jadi

Dari satu roll dengan panjang 100 meter, inspeksi menemukan 2 meter bagian rusak. Sistem dapat mencatat kuantitas lulus, kuantitas reject, alasan defect, serta keputusan tindak lanjut pada lot atau serial number terkait.

Jumlah diperiksa100 m
Lulus QC98 m
Reject / Defect2 m
Defect rate2%
  • ✓Catat jenis defect seperti warna tidak merata, robek, kontaminasi, atau ukuran tidak sesuai.
  • ✓Alokasikan 98 meter yang lulus ke gudang barang jadi dan 2 meter defect ke lokasi reject atau rework.
  • ✓Gunakan hasil inspeksi untuk analisis kualitas per work order, mesin, operator, atau manufacturer.
Lot Traceability RecordProduk: Roll Material X · Finished Goods
QC Passed
Lot NumberLOT-RM-260530-01
Serial NumberSN-RM-000184
Manufacturer Date30 Mei 2026
QC Date30 Mei 2026
Status akhir: siap dijual. Lot dan serial number menyimpan manufacturer date, hasil inspeksi, quantity lulus, quantity reject, serta riwayat pergerakan barang.
Traceability end-to-end: ketika customer menerima barang, tim tetap dapat menelusuri lot, tanggal produksi, work order, bahan baku, dan catatan QC yang membentuk produk tersebut.

Bangun manufaktur yang lebih terencana dan produktif.

Lihat bagaimana ERPAISYS membantu tim Anda mengontrol BOM, biaya, kapasitas, kualitas, dan WIP dalam satu platform.