Produksi lebih terencana, margin lebih terlindungi.
ERPAISYS menyatukan BOM, perencanaan, work order, kapasitas, kualitas, dan biaya produksi agar operasi manufaktur dapat tumbuh tanpa kehilangan kendali.
Proses semakin kompleks, kebutuhan kontrol semakin besar.
Tanpa data yang terintegrasi, variasi produk, biaya bahan, kapasitas mesin, dan quality control dapat membuat perencanaan tidak tepat serta margin sulit dipantau.
Multi-level BOM
Produk jadi dapat terdiri dari beberapa level sub-assembly dan komponen yang harus direncanakan secara akurat.
Standard costing & variance
Perbedaan biaya bahan, tenaga kerja, dan overhead perlu dibandingkan dengan standar agar sumber variance terlihat.
Forecast & planning
Forecast, sales target, material requirement, dan production plan harus selaras agar kapasitas tidak terbuang.
Routing kompleks
Setiap produk dapat melewati urutan operasi, workstation, dan waktu proses yang berbeda-beda.
Kapasitas produksi
Mesin, tenaga kerja, dan jadwal perlu dipantau untuk menghindari bottleneck serta keterlambatan work order.
Quality control
Inspeksi di setiap titik kritis harus konsisten untuk memastikan produk memenuhi standar sebelum dikirim.
WIP tidak terlihat
Nilai dan status material di tengah proses produksi sulit diketahui bila tidak terlacak per work order.
Satu produk jadi dapat memiliki struktur material berlapis.
Multi-Level BOM membantu tim melihat seluruh kebutuhan bahan baku, komponen, dan sub-assembly dari satu produk hingga ke level paling dasar—tanpa menghitung ulang secara manual.
Apa itu Multi-Level BOM?
Berbeda dari BOM sederhana, Multi-Level BOM menyusun produk secara hierarkis. Produk jadi dapat membutuhkan sub-assembly; sub-assembly tersebut kembali membutuhkan komponen atau bahan baku lain.
- ✓Hitung kebutuhan material seluruh level berdasarkan jumlah produk jadi yang akan dibuat.
- ✓Gunakan sub-assembly yang sama pada beberapa produk untuk menjaga standar dan mengurangi data duplikat.
- ✓Hubungkan struktur BOM ke MRP, work order, dan stok untuk perencanaan yang lebih akurat.
Setiap work order memiliki urutan kerja, waktu, dan mesin yang jelas.
Routing menentukan bagaimana produk bergerak dari satu operasi ke operasi berikutnya. Tim dapat melihat workstation yang digunakan, estimasi waktu, status proses, serta hasil dari setiap tahapan sampai barang jadi selesai.
Material Preparation
Ambil MDF, besi hollow, baut, dan laminasi sesuai BOM.
Warehouse A · 30 menitCutting
Potong papan dan besi sesuai ukuran serta standar desain.
CNC Cutting 01 · 2 jamAssembly
Rakit top table dan kaki meja menjadi struktur produk.
Assembly Line 02 · 4 jamFinishing & QC
Laminasi, rapikan permukaan, dan lakukan inspeksi kualitas.
Finishing Booth · 3 jamFinished Goods
Produk diterima sebagai barang jadi dan masuk ke gudang.
FG Warehouse · 20 menitLihat biaya proses sebelum menjadi barang jadi.
WIP memberi visibilitas terhadap material dan biaya yang sudah masuk proses namun belum selesai. Bersama standard costing, tim dapat melihat variance bahan, operasi, maupun overhead lebih cepat.
- ✓Pantau nilai material dan pekerjaan yang masih berada dalam proses produksi.
- ✓Bandingkan standard cost dengan actual cost per work order atau produk.
- ✓Identifikasi material, operation, atau overhead variance yang memengaruhi margin.
Komponen yang dapat dibongkar-pasang, siap digunakan kembali pada produk lain.
Dalam manufaktur modular, satu sub-assembly tidak harus berakhir pada satu produk jadi. ERPAISYS melacak komponen dan struktur BOM agar part yang sesuai dapat dilepas, digunakan ulang, atau dirakit ke varian produk lain dengan kontrol stok dan biaya yang tetap akurat.
Tahapan assembly yang terdokumentasi
Komponen seperti kaki meja, rangka, atau top table dirakit terlebih dahulu sebagai item setengah jadi.
Sub-assembly masuk ke stok WIP atau gudang intermediate dengan nomor batch, biaya, dan status kualitasnya.
Sistem mengambil sub-assembly yang tersedia saat work order produk jadi memerlukannya.
Komponen dari produk jadi dapat dibongkar secara terkontrol, dikembalikan ke stok, lalu digunakan kembali sesuai standar inspeksi.
Setiap lot yang lulus QC memiliki jejak kualitas yang lengkap.
Sebelum barang jadi masuk ke stok siap jual, tim melakukan inspeksi untuk mencatat hasil produksi, kuantitas yang dapat diterima, serta defect yang perlu dipisahkan atau diperbaiki.
Contoh: inspeksi roll barang jadi
Dari satu roll dengan panjang 100 meter, inspeksi menemukan 2 meter bagian rusak. Sistem dapat mencatat kuantitas lulus, kuantitas reject, alasan defect, serta keputusan tindak lanjut pada lot atau serial number terkait.
- ✓Catat jenis defect seperti warna tidak merata, robek, kontaminasi, atau ukuran tidak sesuai.
- ✓Alokasikan 98 meter yang lulus ke gudang barang jadi dan 2 meter defect ke lokasi reject atau rework.
- ✓Gunakan hasil inspeksi untuk analisis kualitas per work order, mesin, operator, atau manufacturer.
Bangun manufaktur yang lebih terencana dan produktif.
Lihat bagaimana ERPAISYS membantu tim Anda mengontrol BOM, biaya, kapasitas, kualitas, dan WIP dalam satu platform.
